Minggu, 29 November 2015

Bayangan di Air

Kisah ini sudah menjadi urban legend yang diceritakan secara turun temurun, dan entah sumbernya berasal dari mana.


Dikisahkan, jika kita melihat ke  bawah, ke arah sungai dari jembatan yang membentang di atasnya, dan melihat bayangan kita sendiri terpantul dengan jelas. Maka esoknya kau akan bertemu dengan makhluk halus/ hantu yang akan terus-terusan mengikutimu. Atau mungkin kau akan menemui hal-hal yang lebih buruk dari itu.



Dimasa lalu, jembatan itu pernah menjadi tempat bunuh diri paling popular di masanya. Dan berlanjut sampai sekarang. Sehingga memunculkan kejadia-kejadian aneh serta mistis yang berhubungan dengan jembatan tersebut.





Mia, dan teman perempuannya selalu melewati jembatan tersebut, yang menghubungkan desa tempat dia tinggal dan kota kecil dimana dia bersekolah. saat itu, seperti biasa. Mia dan temannya pulang sekolah dan melewati jembatan tersebut.



Mereka berjalan dengan saling mengobrol satu sama lain. Obrolan kali ini tentang kisah-kisah hantu yang berkeliaran di sekitar sekolah mereka.



Tiba-tiba, teman Mia berhenti saat melewati jembatan itu. Dan berkata “, hei, bukankah di sini juga ada kisah seram? Di jembatan ini…. “. Kata teman Mia sambil tersenyum dan menunjuk ke arah sungai.



“tapi itu hanya urban legen”, sahut Mia.



“bagaimana kalau kita coba”. Teman Mia tersenyum dan melongok ke arah sungai. “mungkin aku bisa melihat pantulan diriku dengan amat sangat jelas di sungai------“, belum berhenti berbicara, teman Mia kaget akan sesuatu. Dia seperti melihat sesuatu yang mengerikan.



“ada apa?”. Mia mendekati temannya, dan heran dengan wajah temannya yang tiba-tiba memucat, tak berkata apapun dan hanya menunjuk ke arah sungai. Tapi Mia tak melihat apapun di sana. Hanya pantulan kabur bayangan mereka berdua.



“ki—kita lebih baik pergi dari sini,” teman Mia menggandeng Mia pergi dari tempat itu. Masih dengan wajah yang pucat.





Keesokan harinya.



Teman Mia bertingkah aneh seharian. Dia hanya diam dan menundukkan kepalanya sepanjang hari. Tak berkata apapun, tak makan/ minum apapun. Ketika temannya bertanya, dia hanya menjawab dengan singkat. Wajahnya memucat, begitu juga kulitnya. Membuat Mia cemas dan khawatir.



Dan pada saat pulang sekolah seperti biasa, ada hal yang membuat Mia shock. Temannya itu, tanpa berkata apapun, menceburkan diri ke sungai dari jembatan yang kemarin mereka lewati. Jembatan yang tingginya lebih dari 10 meter itu.



Tak ada seorangpun yang bisa menghentikannya. Hal itu terjadi begitu saja. Tanpa perhitungan siapapun.



Beberapa saat kemudian, saat tim penolong yang telah dipanggil tiba di tempat kejadian. Tubuh teman Mia yang hanyut beberapa meter dari tempat dia menceburkan diri ditemukan.



Dengan lubang mata yang menganga kosong.




 Bola matanya telah hilang.




Atau mungkin dicongkel oleh sesuatu.......

Antikythera Mechanism

Jauh sebelum kalkulator dan komputer analog dikembangkan, pelaut Eropa telah mengenal alat hitung yang memiliki cara kerja sangat kompleks. Alat yang diperkirakan dibuat sekitar dua abad Sebelum Masehi ini, sepertinya dipakai untuk menghitung informasi astronomi secara akurat.



Meski telah ditemukan sejak 1902, fungsi alat yang disebut Mesin Antikythera (Antikythera Mechanism) tersebut masih menjadi misteri. Saat ditemukan dari sebuah kapal Yunani Kuno yang karam di Pulau Antikythera, Yunani. Arkeolog Valerios Stains melihat roda-roda bergigi di antara serpihan artefak lainnya.Setelah dikumpulkan, terdapat 82 pecahan yang mengandung 30 roda bergigi buatan tangan dari bahan perunggu. Pecahan yang terbesar mengandung 27 roda bergigi.

Para peneliti yakin alat ini saat masih utuh ditempatkan dalam kotak kayu dengan dua pintu dan dilengkapi cara menggunakannya. Untuk memperoleh hasil perhitungan mungkin pemakainya harus memutar engkol."Mekanisme kerja alat ini jauh lebih kompleks daripada alat hitung yang dikembangkan setidaknya 1000 tahun sesudahnya," tulis para peneliti dalam jurnal Nature edisi terbaru. Meski demikian asal-usul dan tujuan pembuat alat ini belum diketahui sampai sekarang.

Komputer Mekanik Kuno?
Walaupun bentuk rincinya tidak jelas terlihat, peneliti gabungan dari Inggris, Yunani, dan AS bisa merekonstruksi modelnya menggunakan tomografi sinar-X. Hasil pemindaian menunjukkan ada angka-angka, gambar-gambar zodiak, dan kalender Mesir yang tergambar di bagian tengah struktur utama. Di bagian belakangnya, terdapat informasi yang sepertinya menggambarkan siklus bulan dan pola gerhana.

Sepertinya,pembuatnya juga telah merancang agar alat ini dapat memodelkan bidang langit dengan akurat. Misalnya, Bulan pada saat-saat tertentu bergerak lebih cepat karena rotasinya yang elips sehingga dibuatlah roda bergigi dengan ukuran berbeda-beda untuk mengaturnya.

Peneliti juga mampu menerjemahkan lebih banyak tulisan yang menjelaskan mekanisme kerja alat hingga dua kali lipat dari hasil yang telah dicapai sebelumnya. Kombinasi angka dan tulisan menunjukkan bahwa alat ini mungkin juga digunakan untuk menghitung pergerakan planet-planet.

Sebab, disebutkan pula kata Venus dan stasioner yang cenderung menjelaskan peredaran planet. Beberapa menduga Mesin Antikythera hanya menampilkan Venus dan Merkurius, tapi sebagain peneliti yakin juga dipakai untuk menandai pergerakan planet-planet lainnya.

"Kalau melihatnya, Anda pasti bertopang dagu dan berpikir, gila! memang cerdas. Ini desain teknis yang brilian," ujar Profesor Mike Edmunds, profesor astrofisika dari Universitas Cardiff.

Sabtu, 28 November 2015

The Codex of Seraphinianus


Buku ini ditulis dari tahun 1976 hingga 1978 oleh Luigi Serafini. Buku ini digambarkan sebagai buku sejarah dari dunia paralel dimana kehidupan memiliki kemiripan namun pada saat bersamaan membuat bingung dalam representasinya yang sedikit asing buat ilmu pengetahuan. Buku ini memiliki 360 halaman dan hampir keseluruhan ditulis dalam kode dan teks bersandi. Meskipun sang penulis masih hidup hingga tahun 2009 namun ia menolak untuk berkomentar apakah bahasa tulisannya nyata atau hanya rakitan simbol yang dikumpulkan untuk menghasilkan makna ilusi. Buku ini dibagi menjadi 11 bab yang meliputi Flora dan Biology, Fauna dan Hewan, Mahluk Bipedal, Fisika dan Kimia, Mesin, Biologi dan Seksualitas, Sejarah dan Agama, Bahasa, Praktik Sosial, Hiburan dan terakhir adalah Arsitektur. Kemungkinan besar tidak diragukan lagi bahwa buku tersebut adalah karya imajinasi yang menantang persepsi dan naluri alamiah manusia Gambar yang terdapat dalam buku tersebut penuh dengan warna-warna yang hidup yang mana jelas-jelas dianggap mustahil dalam banyak kasus secara aneh dapat dipercayai. Gaya penulisannya bergaya barat dengan kata-kata yang teroganisir dari kiri ke kanan dengan simbol pengulangan yang jelas dan tata bahasa yang konsisten dengan bahasa tertulis. Meskipun tulisan di Codex ini belum ada yang memecahkan sandinya namun ada klaim dari ahli bahasa Bulgaria, Ivan Derzhanski yang telah memecahkan kode dari Codex tersebut. Codex ini sudah sangat langka dan jika anda berhasil menemukan satu yang asli kemungkinan anda harus membelinya sekitar 500 dollar. Apapun itu tujuan penulisan buku ini entah itu sebagai sebuah eksperimen aneh dalam seni atau susunan kode yang kompleks yang suatu hari mungkin terpecahkan masih harus menunggu waktu hingga itu terjadi.

Rabu, 25 November 2015

PERKENALAN

Hy guys.. Kenalin nama gue Nicolaus, biasa dipanggil Nico. Sebenernya gue sih udah lama berkecimpung di dunia blogger walaupun gue bkn Master Blogging. gue udh punya 2 blog gua yang pertama itu ARMADA XALJU, mungkin lo semua bisa search itu di gugel. Lalu blog gua yang kedua yaitu ICOCI Blog yang sekarang sedang gue kerjakan disini. Oke sekian dari gue, mungkin itu dulu aja yang bisa gua sampein. Salam #Bocur.